
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Kedutaan Besar Perancis, UNICEF, dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Propinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal 19 s/d 22 April menyelenggarakan Semiloka Regional: Berbagi Pengalaman Indonesia, Timor Timur, Malaysia, dengan tema "Penguatan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) untuk Mencegah dan Merespon TPPO terutama Perempuan dan Anak, dan Eksplotasi Seksual Anak (ESA) di Hotel Jayakarta, Senggigi – Nusa Tenggara Barat. Semiloka Regional ini bertujuan memberi sarana untuk meningkatkan pemahaman tentang langkah-langkah di tingkat nasional, propinsi, dan internasional yang diambil untuk mencegah dan merespon kejahatan TPPO dan ESA, serta membangun dialog untuk meningkatkan kerjasama internasional dalam mencegah dan merespon kejahatan TPPO dan ESA. Dikatakan regional karena mendatangkan beberapa peserta dari beberapa daerah dan beberapa Negara untuk tatanan Internasional dan dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia yang telah tiba di tempat acara pada hari Minggu siang tanggal 18 April 2010. Selain Dubes Perancis juga dihadiri oleh Negara Malaysia dan Timor Leste, serta Sekretaris ASEAN.
Semiloka ini tentu saja tidak luput juga atas kehadiran beberapa Negara dan institusi diantaranya Deputi Bidang Perlindungan Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak Menkokesra, Perwakilan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenbudpar, Perwakilan Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kemenlu, Perwakilan Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kemenhukham, Perwakilan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Perwakilan Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Perwakilan Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal Kemendiknas, Perwakilan Bareskrim POLRI, NCB Interpol, Acil, IOM, ICMC, Polda Bali, Pemda Bali, NTT, Malaysia, Timor Leste. Adapun jumlah peserta seluruhnya adalah 100 orang.
Semula acara ini akan dihadiri Ibu Menteri Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Linda Amalia Sari, S.IP sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO, namun hal tersebut urung terlaksana dikarenakan ada Ibu Menteri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) para pimpinan Daerah dan para Menteri dengan Presiden Republik Indonesia di Tampak Siring – Bali. Sehingga acara ini diwakili oleh Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bapak Koensatwanto Inpasihardjo, Dipl. HE, MN.Sc. Dalam sambutan Ibu Menteri, beliau menyatakan bahwa semiloka regional ini sangatlah penting, karena dalam Semiloka hari ini kita bersama - sama akan saling berbagi pengalaman tentang praktek terbaik yang dilakukan oleh 2 (dua) negara tetangga kita yaitu Malaysia dan Timor Leste. Pada acara semiloka ini juga dipresentasikan berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang telah dilakukan baik oleh Pemerintah melalui Gugus Tugas dan Sub Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO, maupun yang dilakukan oleh Berbagai Lembaga Masyarakat yang peduli terhadap permasalahan kejahatan TPPO dan ESA. Pemaparan dari para narasumber tentunya diharapkan dapat membantu daerah dalam mengatasi permasalahan terkait perlindungan perempuan dan anak, khususnya perlindungan dari kejahatan TPPO dan ESA. Ada 17 narasumber yang menyampaikan pengalamannya dan menyampaikan upaya – upaya penanganan kasus trafficking, di antaranya Deputi Bidang Perlindungan Perempuan KPP dan PA (Drs. Subagyo, MA) mengenai Analisa Situasi Praktek Perdagangan Manusia Terkini serta Peran Gugus Tugas PTPPO, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak Menkokesra (Maswita Djaja) mengenai RAN PTPPO dan ESA, Perwakilan Gugus Tugas Propinsi NTB, Perwakilan IOM (Anna Sakkreti), Koordinator Koalisi Nasional ESKA (Ahmad Sofian), Pimpinan Delegasi Timor Leste (Jorge Monteiro), Bareskrim POLRI (AKBP Lili), dan lainnya.
Acara ditutup secara resmi pada tanggal 21 April 2010 sore hari. Pada akhir semiloka regional ini, diperoleh output yaitu berupa analisa situasi terkini di NTB mengenai trafficking dan eksploitasi seksual anak dan konteksnya di tingkat nasional dan regional, hasil revisi strategi dan prioritas untuk pelaksanaan rencana aksi di tingkat propinsi dalam mencegah dan merespon trafficking, serta upaya peningkatan pelayanan bagi para korban dan korban yang selamat, dan juga upaya peningkatan pengetahuan / untuk mengubah sikap dan perilaku anggota masyarakat, aparat penegak hukum dan pembuat kebijakan, dan menyediakan pelayanan bagi para korban trafficking dan eksploitasi seksual terhadap anak-anak.
|